jenis baterai non removable dan removable pada ponsel

Mungkin kalian pernah mendengar atau bahkan menggunakan baterai non-removable atau removable. Kali ini akan dibahas perbedaan baterai non-removable dan removable pada smartphone.

Perbedaan yang pertama kali nampak pada kedua jenis beterai ini adalah dapat dan mudahnya melepas baterai pada baterai berjenis removable.

Kalian juga bisa membawa baterai cadangan ketika ponsel kehabisan daya. Atau juga baterai rusak bisa dengan mudah mengganti baterainya sendiri.

Seperti jenis baterai pada ponsel biasanya berbahan dasar Lithium Ion atau sering disebut Li-ion. Namun pada sebagian perangkat-perangkat baru sudah menggunakan jenis baterai yang tidak dapat dilepas atau non-removable.

Sebagian besar perangkat dengan model baterai yang tertanam atau non-removable ini berbahan dasar Lithium Polymer atau biasa disebut Li-Po. Model ini diterapkan karena untuk meningkatkan kapasitas baterai yang lebih tinggi, dengan form factor lebih kecil atau lebih tipis.

Dibanding Li-ion, Li-Po bisa dibilang memiliki daya tahan battery cycle yang lebih panjang.

Biasanya baterai Li-ion yang dapat dilepas dengan mudah ini dapat bertahan hingga 1 tahun pemakaian sebelum dirasakannya kemampuan baterai yang menurun. Nah, untuk baterai non-removable mampu bertahan dua kali lipat lebih lama, sebelum kemampuan baterai menurun.

Pada perangkat yang menggunakan baterai non-removable terbilang bebas dalam pengisian daya (charging). Misalkan kapasitas baterai tersisa 46% dan 1 jam lagi pengguna akan pergi dan membawa ponselnya.

Pengguna tidak perlu takut untuk kehabisan baterai. Lebih baik dilakukan charging terlebih dahulu sebelum dibawa pergi karena akan membuat umur baterai lebih lama daripada kehabisan baterai hingga mati.

Lah, kalau baterai non-removable ini rusak bagaimana? Baterai non-removable tetap bisa dilepas, namun dibutuhkan skill untuk melepasnya. Jika tidak mau repot umumnya service center masing-masing merek dapat membantu.