cdma smartfren mati 2014

Smartfren adalah salah satu operator di tanah air ini yang masih menggunakan pita frekuensi 800 MHz. Pita frekuensi tersebut merupakan pita jaringan CDMA, maka dari itu perusahaan operator lokal ini juga mengeluarkan produk berlabel Andromax series ke pasaran Indonesia.

Ditahun lalu telah disampaikan anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Nonot Harsono, bahwa pada tahun 2014 ini teknologi code devision multiple access (CDMA) akan mati.

Perusahan perangkat tersebut juga telah berhenti produksi karena di negara lain pun teknologi tersebut sudah jarang sekali dipakai.

Apabila hal tersebut benar, itu artinya para operator CDMA bersiap-siap untuk berpindah ke jaringan LTE dan perangkat lama yang masih menggunakan teknologi CDMA tidak akan berguna lagi.

Selain pelanggan rugi akibat perangkat CDMA yang dimilikinya tidak dapat dipakai lagi, kemungkinan pelayanan saat proses migrasi juga akan terganggu.

Setiap harinya sekitar 1.000 unit perangkat terjual, padahal kapasitas produksi vendor sendiri juga terbatas, ungkap Deputi CEO Smartfren Telecom Djoko Tata Ibrahim yang Android Gila kutip dari merdeka.com.

Menurut Director International Telecommunication User Group (Intug) Muhammad Jumadi, Smartfren harus mengantisipasi kerugian dari sisi pelanggan akibat matinya CDMA.

“Smartfren harus mengganti semua gadget pelanggan dengan LTE, bila operator tersebut memang akan migrasi ke LTE,” katanya.